Rabu, 23 November 2022

Tugas (Literasi TIK)

 PENGALAMAN HIDUP

  Hai! Namaku adalah Alifya Irawan, dia adalah seorang yang terus mencari jati dirinya hingga sampai sekarang. Selalu teringat ucapan kata mutiara dari sang ibu tercinta, yaitu “Ibuku berkata, akulah yang terbaik. Aku dibesarkan berdasarkan apa yang diyakini ibuku itu”. Ya, itu adalah Saya. Saya mempunyai Pengalaman berharga ketika Bermain Sepak bola di sebuah turnamen U-15 bergengsi Se-Kabupaten Garut. Sepak Bola adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan sebuah bola berbahan kulit. Sepak bola merupakan olahraga nomor satu di dunia karena banyak orang yang gemar dengan permainan Si kulit bundar ini.

Tepatnya pada Tahun 2018 silam, saya menjadi seorang yang berkepribadian tidak pernah mengenal lelah, Selalu bekerja keras dan selalu punya harapan besar dalam cita cita saya ini. Pada masa itu, saya berada dalam sebuah Tim Sekolah Sepak Bola yang bernama Putra Selaawi. Tim inilah yang membesarkan saya menjadi pemain yang hebat dalam segala situasi hal dilapangan. Kemudian, Tim dan Seluruh Staf official serta pelatih, mengumumkan bahwa tim kita di promosikan ke sebuah laga turnamen PSSI U-15 Kab.Garut. Mendengar kabar itu, membuat saya dan rekan rekan tim bangga dan antusiasme ketika mendengar hal itu. Saya selalu Rajin dan Giat latihan, dan juga selalu menjaga kondisi ketika libur latihan, Agar Cardio Vascular saya selalu Stabil dalam keadaan Top Perfom.

Waktu menjelang laga telah dimulai, Saya selalu berdoa kepada Yang Maha kuasa, agar selalu diberi kelancaran dan keselamatan saat pertandingan berlangsung. Dalam Turnamen tersebut, terbagi menjadi 3 laga babak penyisihan dari masing masing grup. Dan Alhamdulillah, Tim kami Menang secara Sapu Bersih dalam 3 laga Penyisihan tersebut, dan keluar sebagai juara Grup. Kemudian, Tim kami melaju kebabak 8 besar, yang mana tim lawan kami sepadan dengan kapasitas kekuatan tim saya. Para Rekan rekan, selalu menguatkan mental ketika sebelum laga dimulai. Dan pertandingan pun berlangsung sengit, sehingga alhasil tim kami mempunyai kesempatan dalam counter attack, dan berbuah hasil gol, dicetak pada menit 59. Dan hingga turun minum, Tim kami dipastikan Menang dan lolos ke babak Semifinal. Para pemain berbangga hati, dan mensyukuri atas hasil tersebut. Akan tetapi, saya dan rekan rekan belum mencapai garis finish, tim saya dikejutkan melawan sebuah tim juara bertahan, yaitu SSB Mandala Cikajang Garut. Yang dimana, dalam kapasitas pemain tersebut sudah banyak pengalaman hingga ke luar negeri. Namun, Tetap saya dan tim selalu mempunyai pendirian yang optimis ketika mendengar hal itu. Dan pada Akhirnya, Tim kami kalah dengan skor 3-1, yang gol tunggal itu dicetak oleh saya melalu tendangan bebas.

Saya dan teman teman, cukup sedih harus terhenti di semifinal untuk merebut gelar juara, dan Tim kami melanjutkan perebutan Juara ke 3. Dengan Pemain yang seadanya, karena pada saat itu banyak yang mengalami Demam dan Cidera setelah bermain di babak semifinal. Namun, saya selalu percaya diri dan siap untuk menghadapi lawan tersebut. Dan pada Akhirnya, Alhamdulillah puji syukur tim saya memenangi laga tersebut dengan Skor 4-1. Seluruh Staff, Official dan Pelatih, Turut berbangga kepada para pemain yang telah berjuang hingga mendapatkan gelar juara 3.

Itulah Pengalaman dari Seorang Alifya Irawan, yang memang pengalaman ini cukup berharga hingga saat ini. Olahraga akan selalu tetap dijiwa saya hingga akhir hayat. Dan Terakhir, ini ada kata kata sedikit dari saya untuk kalian si Pejuang Kulit bundar. Nih, “Bermain melawan 10 lebih sulit daripada bermain melawan 11 pemain. Kamu tahu mengapa? Tim dengan 11 akan berpikir "oke, kita bisa santai sekarang", sedangkan tim dengan 10 akan berpikir "Kami benar-benar harus bekerja keras sekarang”. Sekian, Terima Kasih.